UPDATE

Bupati Madiun Dorong Stasiun Babadan Jadi Stasiun Kargo, Kerja Sama dengan KAI Diperkuat

Usai FGD, dari kiri Vice President Daop 7 Madiun Ali Afandi, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun, Suryanto didampingi Bupati Madiun Hari Wuryanto.

KABUPATEN MADIUN, peweimadiun.com —
Bupati Madiun Hari Wuryanto terus mencari terobosan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun sebagai upaya mendorong kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah strategis yang kini dikawal serius adalah penguatan kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi antara Bupati Madiun dengan Vice President Daop 7 Madiun yang baru, Ali Afandi. Dalam pertemuan itu, sejumlah rencana kerja sama yang sebelumnya telah dirintis kembali ditindaklanjuti dan menunjukkan progres positif.

“Meski pimpinan Daop 7 Madiun berganti, alhamdulillah komitmen dan dukungannya tetap sama. Apa yang sudah kita rencanakan bersama bisa segera direalisasikan,” ujar Hari Wuryanto saat ditemui usai silaturahmi.

Bupati yang akrab disapa Mas Hari Wur itu menegaskan, salah satu rencana utama adalah menjadikan Stasiun Babadan sebagai stasiun kargo. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Madiun juga merencanakan pembangunan rest area di Desa Nampu, Kecamatan Saradan, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Nganjuk.

Menurut dia, rencana pengembangan Stasiun Babadan sebagai stasiun kargo juga sejalan dengan kebutuhan PT KAI. Selama ini, Stasiun Madiun dinilai sudah terlalu padat, sementara akses distribusi barang menuju jalan tol dari wilayah tersebut relatif terbatas.

“Kalau dari Stasiun Babadan, akses ke jalan tol jauh lebih mudah. Ini sudah disampaikan langsung oleh Kepala Daop 7 Madiun,” kata Hari, yang saat itu didampingi Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Madiun.

Ia menambahkan, rencana tersebut juga telah selaras dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Madiun. Karena itu, pengembangan Stasiun Babadan menjadi stasiun kargo dinilai sebagai peluang yang saling menguntungkan.

“Ini sesuai dengan rencana RTRW kita. Ibarat gayung bersambut, kebutuhannya ketemu dengan rencana daerah,” ujarnya.

Untuk tahap selanjutnya, PT KAI akan melakukan kajian mendalam terkait rencana tersebut. Kajian itu mencakup kecukupan lahan di Stasiun Babadan, aspek ekonomi, hingga faktor keamanan. Hasil kajian nantinya akan dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Madiun melalui forum diskusi kelompok (FGD).

Bupati Madiun optimistis, pengembangan stasiun kargo di wilayahnya akan memberikan dampak ekonomi signifikan. Salah satunya adalah pergeseran perputaran uang yang selama ini lebih banyak terjadi di Kota Madiun, agar bisa dinikmati oleh Kabupaten Madiun.

“Apalagi ini sektor kargo. Dampak ekonominya besar dan akan membuka peluang usaha serta lapangan kerja baru bagi masyarakat Kabupaten Madiun,” kata Hari Wur.(uma).


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar